"BANGGA MBANGUN DESA"
PENDIDIKAN SUKSES
PENDIDIKAN SUKSES
Sebuah perenungan untuk Kepala Sekolah menyikapi Tujuan Kurikulum 2013
Guru sebagai garda depan pendidikan seringkali dihujat, dicacimaki dan dilecehkan bahkan semacam sparing parner seorang petinju yang tidak boleh dan memang tidak bisa membalas dengan pukulan-pukulan yang dilakukan oleh seorang petinju profesional. Sudah miskin tidak profesional lagi, suatu cap baru yang disandang guru. penulis renungkan sindiran ini (mari berpikir positif walau sebenarnya negatif untuk meningkatkan motivasi bahwa saya mampu) ya... kalau tidak profesional pastilah miskin. . . tidak ada yang profesional miskin itu namanya sudah salah arah . . . kalau profesional pastilah mempunyai nilai yang besar. . . kenapa miskin ? karena nilai yang besar itu tidak dimanfaatkan yang baik pantaslah profesional tapi miskin.
Semangat guruku ! mari kita rubah pujian untuk kita . . sudah miskin tidak profesional menjadi Miskin didunia tapi kaya dihati anak-anak tersayang yang senantiasa membutuhkan kasih sayangmu guruku . . . . jasamu tiada balasnya. Kalau ingin kaya duniawi jangan jadi guru... walau kesejahteraan itu penting, tapi itu bukan tugas guru.. tapi tugas yang memberdayakan guru untuk sejahtera termasuk kepala sekolah sebagai atasan terkecil di Satuan Unit Kerja.
Menyitir dari pendapat Marva Collins nasehat untuk guru terhadap siswa , bisa kita rubah nasehat Kepala Sekolah untuk guru :
JANGAN COBA MEMPERBAIKI GURU KITA, PERTAMA-TAMA PERBAIKILAH DIRI KITA. KEPALA SEKOLAH YANG BAIK MAMPU MEMBUAT GURU YANG KURANG BERPRESTASI JADI BERPRESTASI DAN YANG BERPRESTASI MENJADI LEBIH HEBAT. SAAT GURU-GURU KITA GAGAL, KITA SEBAGAI KEPALA SEKOLAH JUGA TELAH GAGAL.
Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut Allah, ia bersinar seperti fajar diwaktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda ditanah. (Samuel)



